Home » » REHiB Chapter 1

REHiB Chapter 1

Rehib
Genre : Adventure, Politic, Mystery
Tokoh Utama : Nura & Misa
Pengarang : Yogi Erlangga
Penulis : Yogi Si Mosi
Copyright : http://inteku.blogspot.com
Status : Comics
Chapter : 1
Cover : Not Yet But This for example

Rehib

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila terdapat kesamaan dalam nama tokoh, jalan cerita, dan nama desa. Kami tidak melakukanya dengan sengaja dan tidak untuk menjatuhkan.

Sinopsis.
Bercerita tentang sebuah desa bernama "Rehib" yang carut marut dalam sistem perekonomian, dan peraturan serta desa tertinggal, karena jauh dari tangan pemerintahan, tetapi desa tersebut memiliki rahasia dibalik kondisinya tersebut.

Alur Cerita..............
Nura adalah wanita warga dari desa Rehib yang besifat introvert, kepribadianya yang penyendiri membuat dia mengetahui hal-hal rumit sekalipun, didasari dari sebuah pertanyaan dasar.
"Apakah anda mendengar dunia berbicara ?"

Nura dengan sifatnya yang penyendiri memiliki sahabat yang bernama Misa, berbeda dengan Nura, Misa bersifat kebalikanya, misa mudah bergaul dengan siapa saja, tetapi itu justru cikal bakal persahaban mereka, pengertian yang diberikan oleh misa menjadikan nura nyaman berada disisinya, dan hanya kepadanyalah nura terbuka.

Mereka berdua berusia 23 tahun, keduanya berbaring dibawah pohon besar ditemani rindangnya daun yang menutupi mereka dari sengatan teriknya sinar matahari.
Misa : "Nura, apakah kau tahu hidup ini indah"
Nura : "Hidup ???....hmmm ya, kau tahu, indahnya hidup adalah sebuah perasaan seseorang yang mengindahkanya"
Misa : "Maksud mu ?"
Sembari tersenyum nurapun menjawab.
Nura : "ya, kau tahu disini kita hidup, hidup kita seperti ini, mungkin terdengar naif, tapi apakah kau pernah berpikir sejenak dan merenung, aku mungkin mengalami masa indah dalam hidup, begitupun dengan mu dari apa yang kau ungkapkan tadi, bagaimanakah dengan mereka yang mengalami masa sulit dalam hidupnya, tidak berbentuk materil pun bagaimana dengan tekanan batin yang mereka rasakan, berharap mereka yang seperti itu akan selalu bersyukur dan mengatakan hal yang sama dengan mu Misa"
Misa : "Aku tidak mengerti, cara berpikirmu, kau tidak pernah berubah, terlalu rumit dan dalam, sebaiknya kau harus belajar berpikir sederhana"
Nurapun hanya menatap dengan senyuman ^_^
Ditengah obrolan mereka, ada seorang pemuda muda mengenakan pakaian petani, lengkap dengan topi kubus (cetok) dari rajutan bambu.

Mereka bertiga pun duduk, sang pemuda berpakaian petani lengkap minum air teh pedesaan dibawah pohon ditengah teriknya matahari sembari melirik kedua perempuan itu, dan bertanya.
"Apakah kalian warga desa disini ?"
Misa & Nura : "Iya kami warga desa sini"
PP (pemuda petani) : "Ouh, katanya desa Rehib ini subur tanahnya, jadi saya dari jauh datang kesini untuk bercocok tanam, siapa tahu kami dapat berhasil dibidang ini, disini di desa Rehib"
Misa : "Memang asal kaka dari mana ?"
PP : "Saya datang dari pusat kota"
Misa : "Pusat kota ?, kaka jauh sekali mencari lahan untuk bercocok tanam"
PP: "memang benar, tapi kau tahu banyak hal yang sudah terjadi, dan saya kemari untuk sesuatu yang subur"
Misa : "semoga hasil pertanianya nanti banyak, dan berhasil, sayang kan kalau jauh-jauh datang tapi hasilnya nihil"
Mendengar percakapan mereka nurapun ikut menanggapi sang pemuda tersebut.
Nura : "Sebenarnya apa yang anda cari dari desa Rehib ?"
Sang pemuda melirik Nura dengan santai dan ekspresi keren dia menjawab.
"Sudah ku katakan diawal, aku sedang bercocok tanam disini"
Misa : "Nura,,,,, apa yang kau pikirkan ?, sudahlah jauhkan pikiran aneh mu"
Nura merespon misa dengan senyuman, tetapi nura menatap pemuda itu dengan raut wajah tanda tanya tepatnya dengan ekspresi penuh keanehan, tidak lama nura mengajak misa untuk pulang dan mereka berduapun beranjak pulang.

Kini sang pemuda tinggal sendirian, tidak lama berselang setelah kepulangan kedua wanita tadi, seorang pria dengan gagah mengenakan jas lengkap datang menghampiri pemuda petani, "Bagaiamana ? Inikah desanya ?, jangan katakan kita salah lagi"
PP "Tidak, kali ini kita benar, tapi perasaanku buruk tentang ini, terlebih ketika aku berbicara dengan anak perempuan bernama Nura, ya begitulah wanita yang satu lain memanggilnya"
Sang pria misterius yang gagah itupun menanggapinya dengan santai.
"Jangan terlalu kau pikirkan walau bagaimanapun dia hanya wanita, apa yang bisa dia lakukan dengan kita, hah?"
PP: "hmm, kau sepertinya tidak mengerti, bahkan cenayang terbaik itu adalah wanita"
Jawab pria gagah "baiklah, berapa  persen kemungkinan wanita bernama nura akan menghalangi jalan kita ?"
PP: "sekarang kemungkinanya 1% saja, dan itu buruk"

Ketika mereka berbiacara Nura melihat kedua pria tersebut sedang mengobrol dari kejahuan dan tidak diketahui sama sekali oleh keduanya.

Kembali ketempat kedua pria tersebut, mereka berdua berpikir dan merencanakan sebuah strategi untuk kelancaran niat mereka tanpa ada gangguan sedikitpun walau hanya satu persen, karena jika niatan tersebut berjalan lancar, yang akan terjadi adalah perubahan desa Rehib.

To be continued.
Pantau kelanjutanya Desa Rehib setiap hari Selasa malam.
Pending rilis terjadi apabila selasa malam pada tanggal seharusnya tidak rilis.

For Commercial Use This Story, Call Us.

© If you want to copy Article, please provide the source

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar jika sempat, klik notify me/beritahu saya, agar ketika saya balas, ada pemberitahuan.
• Baru Mei 2015.
- No URL Promosi (except Open ID)
- No Live Link
- No Sara
- No Spamming

Posting Terbaru

Advertisement